Palangka Raya, lintasberita1.com – Wakil Ketua II Komisi C DPRD Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan mengatakan bahwa metode penipuan online yang disebut Pharming sangatlah berbahaya. Pasalnya, hanya dengan sekali ketik, perangkat milik korban bisa langsung diretas atau dibajak.
“Modus penipuan jenis pharming yakni korban akan diarahkan menuju alamat laman palsu secara tidak sadar,” katanya, 16 Juni 2022.
Berbeda dengan empat metode lainnya yakni phising, rekayasa sosial, money mule, dan sniffing, pharming tidak memerlukan banyak langkah untuk dapat menipu korbannya.
“Jadi, ketika korban mengakses halaman tersebut, secara langsung domain name system atau DNS yang telah ditekan akan tersimpan di komputer dalam bentuk cache. Dengan begitu, perangkat korban akan dengan mudah diakses oleh pelaku,” imbuhnya.
Karena itu, dirinya mengingatkan masyarakat agar jangan sembarangan membuka akun atau laman yang dikirimkan seseorang secara acak.
“Ada baiknya ditanyakan dulu ke pengirim, itu link apa, supaya kita tidak asal membuka laman tersebut hanya karena penasaran. Kalau jawabannya tidak jelas atau penting, tidak usah kita klik link tersebut,” ucapnya.
www.lintasberita1.com *#TIM#*

