PALANGKA RAYA,lintasberita1.com – Wakil Ketua Komisi I DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati berharap pemerintah supaya dapat membangun sekolah satu atap untuk tingkat SD – SMP di Desa Tumbang Bahanei, Kecamatan Rungan Barat, Kabupaten Gumas.

Kuwu mengungkapkan saat melaksanakan reses perseorangan di desa tersebut belum lama ini, dirinya merasa prihatin terhadap anak-anak di sana. Sebab banyak yang harus putus sekolah setelah lulus SD, karena tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Desa Tumbang Bahanei ini merupakan desa terakhir di wilayah Sungai Baringei. Disana ada banyak anak-anak putus sekolah karena tidak bisa melanjutkan setelah lulus SD. Harusnya persoalan ini bisa menjadi perhatian pemerintah,” ucapnya, Senin, 21 Maret 2022.

Dia mengatakan, jika ingin melanjutkan sekolah ke jenjang SMP anak-anak di Desa Tumbang Bahanei ini harus melewati medan yang cukup berat dan akses itu sangat berisiko bagi keselamatan. Oleh karenanya, hal itulah yang menjadi alasan banyak anak putus sekolah di desa tersebut.

“Untuk menuju desa yang memiliki SMP itu sangat jauh dan perjalanannya pun sangat berisiko. Karena harus melewati bukit atau menyusuri sungai. Ini lah kenapa desa itu membutuhkan sekolah satu atap,” ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini para orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di desa yang memiliki SMP harus menitipkan anak-anaknya tinggal bersama kerabat atau saudaranya. Namun, hal itu tidak semua bisa dilakukan dan tidak dapat menyelesaikan masalah. Sebab, ada masyarakat yang tidak memiliki kerabat di desa yang ada sekolah tingkat SMP tersebut.

“Untuk sementara waktu mungkin menitipkan bisa menjadi alternatif, tapi lulusan SD ini masih terlalu muda menurut saya untuk dilepas tanpa pengawasan orang tua, apalagi anak perempuan. Belum lagi warga yang tidak memiliki kerabat,” tuturnya.Www.lintasberita1.com#Tim#