Palangka Raya, lintasberita1.com – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr. Andrie Elia, S.E., M.Si. mengatakan bahwa 2021, dunia perguruan tinggi di Indonesia saat ini berhadapan dengan tiga disrupsi besar. Yaitu Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, Pandemi Global Covid-19, dan Revolusi Industri 4.0.

Ketiga hal tersebut telah memaksa perguruan tinggi sebagai organisasi untuk secara cepat belajar beradaptasi, menggeser paradigma (shift paradigm), perubahan budaya belajar dan kerja (cultural change) untuk bergerak maju dengan menciptakan berbagai inovasi pembelajaran dan penelitian.

Tujuannya agar perguruan tinggi dapat berdaya tahan (survival), berdaya cipta (value added creation) dan berdaya saing (competitiveness).

Secara khusus, Dr Andrie Elia mengungkapkan bahwa untuk merespon disrupsi tersebut dilingkungan UPR maka pimpinan dan segenap Civitas Akademika UPR harus membangun dirinya dengan paradigma ekosistem pembelajaran.

“Paradigma dimaksud, berarti UPR tidak dapat hidup dan menghidupkan dirinya sendiri tanpa kerja sama eksternal dan internal,” ungkap Andrie Elia.

Dijelaskan, secara eksternal UPR merupakan suatu sistem dari suatu ekosistem yang besar, yaitu dunia global. Oleh sebab itu, UPR harus mampu bekerja sama dengan semua stakeholder atau pemangku kepentingan. Sedangkan secara internal, kerja sama antara sub sistem dan setiap individu hendaknya dikerjakan secara ikhlas dan cerdas untuk kemajuan bersama.