Guna mengurai persoalan BBM ini, wakil rakyat tersebut mendorong pemerintah daerah di masing-masing wilayah untuk segera mengambil langkah proaktif dan transparan.
“Pemda masing-masing segera informasikan dengan jelas ke masyarakat terkait ketersediaan stok, apakah aman, cukup, kurang, dan lain-lain supaya tidak panic buying tadi,” tegasnya.
Ia juga menyarankan langkah teknis di lapangan agar antrean bisa segera terurai dan pasokan kembali normal.
“Suplai BBM ditingkatkan, SPBU diinstruksikan ada yang operasional 24 jam sehingga ada jam-jam sepi. Kemudian menambah armada pengiriman dan mempercepat proses pengisian di SPBU,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Ketua Komisi II DPRD tersebut meyakini bahwa persoalan antrean BBM ini dapat diselesaikan asalkan ada komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat.
“Sikon ini memang tidak nyaman bagi semua, tapi bisa diantisipasi jika ada penjelasan dan informasi resmi dari pemerintah, serta distribusi berjalan lancar,” pungkasnya. *#TIM#* www.lintasberita

