Karena itu, Gus Muhaimin meminta agar PSSI sebagai otoritas yang bertanggungkawab dalam ajang sepak bola di Tanah Air melakukan evaluasi secara total. “Hentikan! Hentikan dengan menyiapkan semuanya secara baik dan terencana. Hentikan kebodohan kita. Tidak ada pertandingan sepakbola yang sebanding dengan sebuah nyawa,” tuturnya.

Gus Muhaimin juga meminta Kepolisian mengusut kemungkinan adanya kesalahan prosedur dalam penanganan chaos yang terjadi di lapangan. “Ini persoalan serius yang harus diusut. Apakah banyaknya jumlah korban jiwa ini akibat kelalaian petugas di lapangan dalam penanganan chaos atau karena sebab lain,” tuturnya.

Dalam hal penggunaan gas air mata saat menangani kericuhan suporter bola, sesuai Pasal 19 b dalam aturan FIFA soal pengamanan dan keamanan di stadion, FIFA melarang membawa dan menggunakan senjata api atau gas pengendali massa atau gas air mata. “Kalau benar aturan FIFA tidak boleh ada gas air mata, aneh kalau pihak keamanan tidak paham standar aturan yang ada maka ini harus diusut tuntas. Jangan sampai ke depan kasus serupa terjadi lagi,” katanya.

Gus Muhaimin juga meminta PSSI untuk mengevaluasi total pelaksanaan Liga 1. “Selain soal pengamanan, apakah kericuhan penonton yang terulang lagi ini juga karena ketidaksiapan penitia pelaksana pertandingan atau sebab lain, ini harus dievaluasi,” kata Gus Muhaimin.