PALANGKA RAYA. lintasberita1.com — Tiga dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah (Kalteng), terpapar corona virus disease atau Covid-19, bahkan satu di antaranya meninggal dunia.

Akibatnya kampus ini ditutup sementara selama 14 hari, terhitung 24 Oktober sampai 7 November 2020.Hal itu dikemukakan Dekan FEB, Danes Jaya Negara, saat dihubungi via gawai, Sabtu (24/10).

Danes mengungkapkan, dosen yang meninggal, sempat menjalani perawatan di RSDS Palangka Raya sekitar tiga hari.Namun karena ada penyakit penyerta, dosen ini menghembuskan pukul 02.00 WIB dini hari.

Sedangkan dua dosen lainnya, yang juga terkonfirmasi positif Covid-19, kini tengah menjalani perawatan di RSDS Palangka Raya dan isolasi mandiri.

Kendati tidak diketahui pasti, namun Danes menduga, dosen yang terpapar virus Covid-19, selain kontak dari luar, juga sewaktu ada kegiatan akreditasi fakultas beberapa waktu lalu.

“Kami sempat berkumpul saat akreditasi FEB dalam satu ruangan. Makanya hari Senin ini semua civitas akademika di swab. Kalau rapid test sudah,” ujarnya.

Menurut Danes, untuk menghormati dosen yang meninggal itu, pihaknya akan mengusulkan kenaikan pangkat ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sementara itu Rektor Universitas Palangka Raya, Andria Elia Embang, telah mengeluarkan surat edaran nomor 4587/UN24/T/2020 tentang penutupan sementara (lockdown) lingkup terbatas kampus, dalam rangka kewaspadaan Covid-19, di kawasan perguruan tinggi negeri di Kalteng ini.Surat edaran lockdown terbatas dikeluarkan, Sabtu (24/10), bertujuan untuk menyikapi kondisi akhir-akhir ini, karena beberapa civitas akademika UPR dinyatakan positif Covid-19.