Universitas Palangka Raya mendapat kunjungan dari Tim WATANNAS RI

PALANGKA RAYA. lintasberita1.com – Konsep pertanian terpadu yang di kelola Universitas Palangka Raya (UPR) pada Peat Techno Park atau pertanian terpadu, merupakan konsep ketahanan pangan yang ideal. Diharapkan, konsep UPR tersebut dapat diterapkan pada program food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas. Rabu (21/10/2020) Sore.

Dalam kunjungan ini, Tim Kajian Daerah Setjen Wantannas sebanyak 4 (empat) orang terdiri dari:

1) Brigjen TNI Karev Marpaung, S.Sos., MM.

2) Kolonel Arm Ganef Suwondo, S.IP

3) Dra. Sri Rahayu Purwaningyyastuti.

4) Kbp Yulias, SIK.

5) Kolonel Laut (KH) Tantawi Jauhari, S.e, MM.

Kedatangan Tim Kajian Daerah Setjen Wantannas sebanyak 4 orang tersebut di sambut oleh rektor universitas palangka raya dengan suasana budaya dayak. Selain itu, rektor juga memperkenalkan seni kebudayan dayak khususnya ke Brigjend Karev. Seperti kesenian karat nyatu dan senjata tradisional khas Dayak yakni sumpit.

Brigjen TNI Karev Marpaung, S.Sos., MM mengatakan adapun kunjungan kami ini adalah dalam rangka untuk mengumpulkan data terkait konsep ketahanan pangan, khususnya Kalteng. Konsep apa yang akan diberlakukan, mengingat ada dua kabupaten menjadi tempat pelaksanaan food estate.

Didampingi Rektor Dr Andrie Elia bersama wakil Rektor, Karev yang mendapatkan informasi bahwa UPR sedang mengelola konsep Ketahanan pangan melalui sistem pertanian terpadu yaitu terkait pemanfaatkan lahan gambut sebagai lahan pertanian, peternakan dan perikanan.

“Ketika saya melihat konsep UPR, dimana berbasis ketahanan pangan yang menyediakan kebutuhan lengkap yakni nutrisi Nabati dan hewani.” ujarnya.

ebih lanjutnya, Karev menambahkan bahwa ketahanan pangan dalam food estate bukan hanya bicara menanam padi saja. Tapi bagaimana ketahanan pangan hewani. Jadi lengkap hewani dan nabati. Sementara dari hasil pantauan kami, konsep food estate saat ini masih sebatas bagaimana mendorong dan mengajak masyarakat untuk bertani. Sementara UPR sudah memiliki konsep bagus.

“Untuk itu saya mendorong agar UPR bisa bekerjasama, dalam hal ini, yang dimana dengan adanya konsep yang dilakukan UPR dapat diterapkan juga disana. Karena selama ini, pemerintah dalam hal ini TNI masih sebatas mengajak masyarakat untuk bertani, namun belum ada konsep yang dibagikan. Kami akan membuat rekomendasi ke Pak Presiden agar konsep ini digunakan,” tegasnya.

Di lain sisi, Rektor UPR Dr Andrie Elia menyampaikan apresiasinya atas kunjungan dari Tim WATANNAS yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

Rektor Universitas Palangka Raya Mengatakan Selain mengembangkan program ini, UPR juga sudah melakukan pendampingan kepada petani atau kelompok tani.

Ia juga menambahkan bahwa UPR siap dengan kekuatan penuh akan mendukung kebijakan pemerintah dalam program ketahanan pangan bila konsep ini bisa menjadi contoh dan juga bisa di terapkan tidak hanya di Universitas Palangka Raya saja.

www.lintasberita1.com *#RISMAN#*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *