Tanggapi Isu Ngayao, Camat Arutara Adakan Rapat Koordinasi

Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Bermula isu yang berkembang di masyarakat tentang Ngayao, Senin siang (27/1) Camat Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) M. Nursyah Ikhsan mengadakan rapat dadakan dengan seluruh kepala desa dan para tokoh adat dan masyarakat se Arut Utara

Rapat Kordinasi di ruangan Camat itu juga dihadiri oleh Kapolsek dan anggota Koramil Arut Utara. Dalam sambutannya Camat Ikhsan menyampaikan isu Ngayao yang sedang merebak masyarakat di wilayah Arutara supaya tidak menjadi bola liar. Maka Camat meminta penjelasan kepada masing-masing kepala desa agar melaporkan situasi terkini di desanya tentang isu Ngayao ini.

Lurah Pangkut, Guntur Setyawan dalam paparannya menyampaikan jika isu tersebut mulai muncul pada bulan Desember tahun 2019. Meski dirinya menilai isu ini haox, namun Guntur juga mengajak kepada semua yang hadir agar tetap hati-hati dan waspada. Pasalnya, isu ini dikhawatirkan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dalam malakukan aksi tindak kejahatan.

Kapolsek Arutara, Ipda Rahis Fadhlillah, S.Trk mengatakan jika dirinya baru-baru saja mendapatkan isu Ngayao di Arutara. Karena, lanjutnya, kabar tentang korban Ngayao ini belum ada temuan dan laporan di Polsek Arutara.

“Sejauh ini suasana selalu kondusif. Jika ada kabar Ngayao itu hoax, dan kami minta jangan disebarluaskan karena melanggar undang undang ITE yang berujung pidana,” tukasnya.

Selain Kapolsek, pernyataan itu juga dikuatkan oleh Damang Arutara, Tanding, ia memaparkan tentang cerita Ngayao bahwa dari jaman Presiden Suekarno memang isu ini sudah ada. Kayao itu beda dengan begal atau rampok. Kayao itu seseorang yang ingin membunuh orang lain dengan memenggal kepala calon korbannya untuk sebuah ritual dan dengan cara sembunyi-sembunyi. Tanding juga menegaskan jika di Arutara tidak ada adat Ngayao.

“Saya tegaskan bahwa adat Ngayao di Kabupaten Kobar ini tidak ada,” tegasnya.

Hal senada juga diperjelas oleh Tokoh Masyarakat Suku Dayak Tomun, Yoner menyampaikan jika rapat kali ini tujuannya untuk mengantisipasi serta menepis isu yang sedang beredar di masyarakat yakni Ngayao. Ia juga meminta para aparatur desa serta seluruh masyarakat Arutara tidak mudah termakan berita itu dan tidak ikut menyebarluaskan.

“Kalau sudah dipertemukan bersama kan sudah jelas. Bahwa isu Ngayao itu jelas bohong. Maka jangan lagi kita percaya dan ikut menyebarkannya,” tandas Yoner.

Dalam sesi akhir pertemuan, Camat meminta kepada seluruh Kades dan tokoh masyarakat agar segera melaporkan bahkan menepis jika ada isu-isu yang meresahkan masyarakat. Camat juga menekankan kepada tokoh adat, agar para penyebar isu hoax ini bisa ditangani secara adat atau bahkan mendapatkan sanksi adat itu sendiri.

Selain itu Camat juga meminta agar Poskampling dihidupkan kembali demi ketentraman, kenyamanan dan keamanan bersama.

“Tiga pilar yakni, Pemerintah, TNI dan Polri ini harus dimaksimalkan demi stabilitas keamanan khususnya di Kecamatan Arut Utara,” tandas Nursyah Ikhsan.

Selanjutnya, hasil dari rapat ini akan dilaporkan dan disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Kobar sesuai dengan arahannya bahwa untuk selalu melaporkan situasi dan kondisi terkini kewilayahan kepada pimpinan kabupaten.www.lintasberita1.com
*#SUHUD MAS’UD”#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *