Tandatangani MoU, GP Ansor Kobar Resmi Menjadi Mitra Kemenkumham

KOBAR, lintasberita1.com – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) NU resmi menandatangani MoU dalam pembinaan warga Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas II Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, Selasa (25/2/2020) pagi.

Penandatangan perjanjian kerjasama itu dalam bentuk kemitraan dengan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manunisa (Kemenkumham). Kegiatan yang digelar di Aula  Balai Permasyarakatan (Bapas) ini dalam bidang pembinaan warga Lapas, baik yang masih proses pembinaan di dalam lapas maupun yang sudah bebas dan kembali ke daerahnya.

Ketua PC GP Ansor Kobar, M. Abdul Malik mengatakan, dirinya merasa terpanggil ketika mendapatkan undangan tentang kemitraan ini. Selanjutnya ia akan mendukung proses pengembalian jati diri para Narapidana (Napi) khususnya dalam pendidikan mental dan spiritual.

“Kami dukung sepenuhnya upaya pemerintah ini. Nanti kami rapatkan dengan sahabat yang lain agar semuanya ikut ambil bagian sesuai bidangnya masing-masing,” jelas Abdul Malik kepada lintasberita1.com saat diwawancarai.

Menurutnya, kerjasama ini selaras dengan Visi dan Misi GP Ansor Kobar yakni, memberikan pelayanan dalam bidang keagamaan serta pendidikan berkarakter akhlaqul karimah. Abdul Malik juga mengutarakan jika Ansor tidak hanya melayani pada level pendidikan organisasi dan pendidikan formal belaka. Namun pendidikan non formal juga tak kalah penting dan tetap menjadi perhatiannya.

“Mengabdikan diri dan membantu pihak Lapas dalam pembinaan saudara kita disini (Lapas), menjadi bagian dari program kami,” tandasnya.

Tanda tangan MoU ini, sambung Malik, menjadi pintu masuk  secara legal GP Ansor Kobar dalam membina warga lapas. Sedangkan bentuk pembinaan dan kerjasamanya nanti akan ditindaklanjuti sesuai departemen-departemen yang ada di Ansor.

Sementara itu, Kepala Bapas Kelas II B Pangkalan Bun, M. Arfandy yang baru menjabat satu bulan mengucapkan terima kasih kepada GP Ansor Kobar yang telah berkenan menjalin kemitraan. Ia mengatakan bahwa warga binaan menjadi tanggungjawab seluruh lapisan masyarakat.

“Bagi warga binaan yang sudah bebas, kami berharap supaya bisa diterima di lingkungannya. Mereka bagian dari masyarakat dan tentu sudah memiliki keterampilan,” pinta Arfandy saat memberikan kata sambutan.

Selain itu, Arfandy juga meminta kepada seluruh pimpinan ormas agar turut serta memberikan saran dan masukan demi tercapainya pembinaan tersebut. Karena, lanjut dia, dengan saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling memberikan ide-ide kreatif akan mempercepat dalam program pembinaan warga Lapas. www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *