Tak Terima Diberitakan, Oknum Staff Kejari Pangkalan Bun Ancam Jurnalis MNC Media

Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Kembali, ancaman kepada seorang wartawan terjadi di tengah pandemi Covid-19. Kali ini, ancaman itu menimpa Sigit Pamungkas seorang Wartawan senior dari salah satu Televisi Nasional yang merupakan satu bankker dari MNC Media (MNC Grup)?di Jakarta. Ia mendapatkan ancaman serius dari salah seorang staff oknum pegawai Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah pada Jumat (29/5/2020) malam, melalui telepon selulernya.

Ancaman itu berawal ketika Sigit Pamungkas memberitakan tentang fakta adanya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalan Bun. yang positif Covid-19. Sesuai kode etik jurnlis, tulisan yang dimuat pada media online nasional sindonews.com pada Jumat, 29 Mei 2020 pukul 21.28 WIB secara etika sudah memenuhi unsur jurnlistik.

Merasa tak nyaman, salah seorang staff kejaksaan meminta kepada Sigit supaya beritanya dihapus di sindonews.com (MNC Media). Namun karena merasa bahwa apa yang ditulis itu sudah sesuai kaidah seorang wartawan, Sigit pun gigih menolaknya.

“Ya saya tidak mau, karena tulisan itu berdasarkan fakta di lapangan. Saya pun mempunyai data-data itu,” jelas Sigit saat dikonfirmasi lintasberita1.com atas kabar yang telah beredar kepada sesama awak media, Sabtu (30/5/2020) sore.

Ia menjelaskan, berita yang ditulis sebelumnya sudah dikonfirmasikan ke sejumlah pihak. Bahkan Sigit mengaku memiliki data otentik terkait hal ini.

Selain meminta berita itu agar dihapus, lanjut Sigit, dalam obrolan telepon itu oknum yang mengatasnamakan dirinya pegawai Kejari itu mengancamnya. Ancaman kali ini bukan hanya melalui jalur hukum namun juga indikasinya sudah mengarah kepada tindakan fisik.

“Silahkan jika tak terima, saya siap menghadapi semuanya,” terang Sigit.

Menyikapi kabar ini, seorang wartawan media nasional NU nu.or.id yang merupakan media resmi dari PBNU, Suhud Mas’ud Korwil Wilayah Kalimantan Tengah ikut menanggapinya. Menurutnya, tindakan oknum Kejari ini sudah berlebihan dan dianggap keluar dari jalurnya.

“Jika merasa keberatan dengan pemberitaan hendaknya pihak terkait yang merasa dirugikan memberikan sanggahan melalui hak jawab. Kedua, bisa melaporkan kepada Dewan Pers yang dalam hal ini menaunginya,” ucap Suhud saat dikonfirmasi melalu telephon cellulernya pada waktu yang sama.

Seorang wartawan senior, sambung dia, yang sudah tergabung dalam organisasi kewartawanan yang telah diakui pemerintah secara sah yakni Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) tentu kredibilitasnya tak diragukan lagi. Apalagi ia juga sudah malang melintang dalam dunia jurnalis jauh sebelum ditugaskan ke Kalimantan Tengah ini.

Menyinggung persoalan ancaman yang ditujukan kepada Sigit Pamungkas, Suhud menilai hal itu bukan lagi soal pemberitaan, namun sudah mengarah pada persoalan pelanggaran hukum.
Bahkan ia menyayangkan tindakan tersebut dilakukan oknum yang merupakan orang hukum.

“Dia (pengancam) ini kan orang hukum. Harusnya tahu nah, mana yang melanggar hukum dan mana yang tidak,” tukasnya.

Sementara itu, staf Kejari initial (N) saat dikonfirmasi melalui pesan singkat (WA) menepis tuduhan itu. Ia menyampaikan dirinya tidak mengancam kepada yang bersangkutan.

“Wah ga ada ancaman apa²… tolong di konfirmasi sama yg kasih info aja…,” tulis (N) dalam WA pribadinya. (SM-LB1)

One thought on “Tak Terima Diberitakan, Oknum Staff Kejari Pangkalan Bun Ancam Jurnalis MNC Media”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *