Sungguh Mulia Kapolres Kotim Bedah Rumah Nenek Mulia

SAMPIT, lintasberita1.com – Sungguh mulia, mungkin itulah ungkapan kata yang tepat untuk Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel, membantu seorang nenek bernama Mulia di Desa Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur.

Dimana sebelumnya ada informasi seorang nenek yang tengah tinggal di rumah sangat tidak layak untuk didiami. Menindaklanjuti informasi tersebut Kapolres Kotim bersama-sama dengan jajaran unsur Kecamatan Mentaya Hilir, dan langsung mengunjungi keberadaan Nenek yang bernama nenek Mulia, selepas melaksanakan  upacara peringatan Hari Pahlawan di Polres Kotim, Minggu (10/11/2019).

Namun kunjungan tersebut bukan hanya sekedar bersilaturahmi, akan tetapi Kapolres langsung melakukan bedah rumah Nenek Mulia yang memang sudah tidak layak huni tersebut.

Saat pelaksanaan bedah rumah tersebut,  Kapolres Rommel bersama Wakapolres, Kompol Endro Aribowo, Kasat Reskrim, AKP Ahmad Budi Martono, beserta Kapolsek Jaya Karya, Ipda Doohan.

“Saat di lokasi, Kita lihat kondisi nenek mulia sangat memprihatinkan, maka dari itu kita melakukan bedah Rumah untuk Nenek Mulia. Alhamdulillah dalam pelaksanaan bedah rumah ini juga dibantu Pemerintah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan komunitas Solidaritas Masyarakat Samuda,” ungkap Rommel kepada awak media.

Kapolres Kotim Romel juga sangat mengapresiasi kepedulian warga sekitar terhadap kehidupan Nenek Mulia. Hal tersebut terlihat dari banyaknya warga yang memberikan makanan untuk keperluan Nenek Mulia bersama kedua anaknya.

“Kami bersyukur masyarakat juga ikut berinisiatif membantu, serta berpartisipasi dalam pelaksanaan bedah rumah Nenek Mulia. Semoga bantuan bedah rumah dapat bermanfaat untuk kehidupan Nenek Mulia,” pungkasnya.

Syahrial selaku Camat Mentaya Hilir Selatan mengucapkan terima kasih atas perhatian Kapolres Kotim terhadap Nenek Mulia selaku warganya yang memang membutuhkan uluran tangan.

“Syukur Alhamdulillah Bapak Kapolres Kotim Pak Rommel memberikan perhatian yang sangat luar biasa untuk warga kami yang kekurangan, telah melakukan pembangunan atau bedah Rumah sehingga layak hunian,” ucap Syahrial.

Syahrial juga menyampaikan, selama ini untuk kehidupan Nenek Mulia itu sudah menjadi perhatian mereka  sejak dari beberapa waktu lalu, dan yang menjadi perhatian khusus disebabkanya adanya anak Nenek Mulia yang mengalami gangguan kejiwaan bernama Jubay, maka dari itu tidak bisa banyak membantu.

“Apabila ada yang ingin mendekat atau mau menjenguk Nenek Mulia anaknya itu langsung ingin menyerang. Karna sebeb itu kami tidak bisa mendekat langsung,” ucapnya.

Dari kondisi tersebut maka pihak kecamatan berkoordinasi dengan Polsek Jaya Karya, pada akhirnya bisa mengevakuasi Jubay.

“Anaknya Nenek Mulia yang bernama Jubay itu sudah kita evakuasi untuk ditangani di RSUD dr Murjani Sampit ,” kata Syahrial.

Direncanakan bedah rumah tersebut  selesai dalam waktu satu Minggu, dengan kondisi mendesak, lantaran Nenek Mulia tidak mau dievakuasi jauh dari tempat tinggalnya saat ini.

“Seberapa tukang atau pekerja yang melakukan Bedah rumah Nenek Mulia Tersebuat biar cepat selesai,  biar saya yang menanganinya,” ungkap Kapolres  Mohammad Rommel. www.lintasberita1.com  #DIAH#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *