Santuni Anak Yatim dan Tokoh Adat Dayak, Kapolres Kobar: Bantuan Ini Tak Seberapa

KOBAR, lintasberita1.com – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah, AKBP E. Dharma B. Ginting, SH. S.I.K, MH, dalam lawatannya di Kelurahan Pangkut Kecamatan Arut Utara (Arutara) memberikan sumbangan kepada belasan anak yatim, TPQ dan Tokoh Adat Suku Dayak, Senin siang (13/1/2020).

Kunjungan Kapolres kali ini bertujuan menjalin silaturrahmi dengan para Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek Arutara. Bahkan, Kapolres tak segan-segan mengangkat dua kaleng cat dan semen satu karung guna diserahkan langsung kepada Damang Arut Utara, Tanding.

“Bantuan saya tak seberapa dibanding dengan pengorbanan bapak Damang dalam melayani warganya,” tandas Kapolres kepada awak media.

Sebelumnya saat memberikan kata sambutan pada acara Temu Muka, Dharma B.Ginting juga menyebutkan jika dirinya teringat bahwa dalam undang-undang anak yatim ini dipelihara oleh negara. Maka dari itu, sambung dia, sudah sepantasnya kepedulian ini harus tetap dijaga bersama.

“Coba bapak ibu bayangkan, seandainya kita di pihak mereka (anak yatim) pastinya kesulitan-kesulitan itu ada. Karena bagaimanapun juga orang tua mereka sudah tidak ada,” jelasnya.

Di tempat terpisah, warga yang melihat aksi Kapolres pada saat memberikan bantuan kepada Damang, ia mengaku iba melihat orang nomor 1 di Kobar dalam satuan kepolisian itu rela membawa matrial bangunan untuk diserahkan langsung kepada Damang Arutara.

“Rupanya Pak Kapolres Kobar terjun sendiri memberikan bantuan. Seandainya semua pejabat seperti ini ya kehidupan masyarakatnya akan lebih baik,” ucap warga saat ditemui dalam kerumunan yang enggan menyebutkan namanya.

Perlu diketahui, Damang Tanding yang merupakan warga asli dari Desa Panahan Arutara ini terpilih sebagai Damang pada 3 tahun silam. Mengingat Kantor Kademangan tidak ada dan tanggungjawab yang melekat di pundaknya, Tanding terpaksa harus hijrah ke Kelurahan Pangkut yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Arut Utara untuk menunaikan tugas-tugasnya.

“Tidak ada kantor. Saya dan istri numpang berteduh di rumah anak. Untung menantu saya orang Pangkut,” ujarnya.

Ia mengatakan, kadang merasa tak nyaman jika menerima kunjungan. Bukan apa, karena kondisi rumah yang mungkin dianggap kurang layak pada umumnya. Tanding juga menjelaskan jika dirinya saat ini sudah diberikan ruangan oleh Camat M.Nursyah Ikhsan untuk ruang kerjanya.

Kendati demikian, Tanding menjelaskan jika dirinya masih merasa enggan karena tidak adanya baju seragam dan yang sering ia pakai merupakan baju pemberian dari para pejabat daerah.

“Tidak dapat baju seragam, ya pakai baju seadanya. Bahkan gaji saya 1 tahun saja belum dibayar tahun 2019 lalu. Tapi ya tetap saja saya tunaikan kewajiban saya,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, Tanding banyak mengucapkan puji syukur disaat mendapatkan perhatian dari Kapolres Kobar berupa bantuan rehab tempat tinggalnya. Dengan harapan rumah yang ia huni sama seperti rumah pada umumnya.

“Terima kasih banyak Pak Kapolres yang sudah memperhatikan saya,” ucapnya dengan nada lirih. www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *