Rektor UPR Andrie Elie SE.MSi, Paparan Bersama Direktorat PPK Republik Indonesia melalui Virtual

PALANGKA RAYA, Lintasberita1.com – Andrie Elie SE.MSi selaku Rektor Universitas Palangka Raya mengikuti Meeting Secara virtual bersama Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementrial Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PPKL) Republik Indonesia. Kami (18/06/2020).

Pada Meeting yang dilaksanakan secara virtual ini Rektor Universitas Palangka Raya mendapatkan kesempatan untuk memaparkan materi dengan tema “Tinjauan Aspek Lingkungan Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional dikawasan EKS PLG secara berkelanjutan di Kalimantan Tengah

Ada 2 poin utama yang disampaikan oleh Andrie Elie Selaku Rektor Universitas Palangka Raya,

Yang pertama mengenai tinjauan dari aspek Biofisik, Seperti aspek kecukupan air tawar untuk irigasi dan juga perubahan fisik kimia tanah.

“Aspek Air merupakan suatu yang sangat penting dan harus diperhitungan dengan seksama, karena itu merupakan sumber utama untuk tanaman yang akan ditanam, sehingga sawah tidak mengalami kekeringan” ujarnya

Aspek lain yang juga harus diperhatikan adalah aspek tanah itu sendiri yang dimana Kalimantan Tengah ini mayoritas lahan gambut, yang kita ketahui memang menjadi masalah utama dalam persawahan sehingga harus direncanakan dengan seksama dan matang.

Poin kedua, adalah Aspek Sosial Humaniora, yakni aspek Tenurial/Pertanahan, Tenaga Kerja dan Kemitraan antara Petani dengan lembaga bisnis baik itu milih pemerintah ataupun swasta yang tentunya akan bermanfaat bagi khalayak ramai.

“Tenurial adalah masalah yang sangat penting dan perlu perhatian secara khusus dikarenakan ada beberapa area sudah ada claim yang memiliki secara sah baik itu hukum dan adat karena sudah ada tranmigran ataupun area kelola masyarakat adat setempat” ungkapnya

“Oleh sebab itu sangat diharapkan dalam pengembangan sawah ini diaplikasikan teknologi mekanisasi pertanian sehingga setiap petani bisa mengolah lahan hingga 5 (lima) hektar atau lebih seperti dinegara-negara yang sudah menerapkan mekanisasi pertanian (untuk mencapai skala keekonomian) sehingga kawasan ini dapat dijadikan sebagai acuan pertanian modern, dengan produktivitas tinggi, untuk menjadi kebanggan Nasional Petani Indonesia, dari generasi baru Petani Muda Indonesia.” Tutupnya

www.lintasberita1.com #Risman#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *