PT SMG Garap Lahan Warga Tanpa Mau Ganti Rugi

Sukamara, lintasberita1.com – Masyarakat adat Dayak Desa Laman Baru dan Desa Ajang Kecamatan Permata Kecubung Kabupaten Sukamara mengaku sangat dirugikan oleh PT Sumber Mahardika Graha (SMG) yang merupakan anak dari PT USTP Simpang Penopa Kabupaten Lamandau. Pasalnya, mereka kehilangan tanah sebagai aset produksi selama perusahaan beraktifitas masyarakat tidak merasakan manfaat dari kehadiran perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Parahnya lagi, sampai dengan saat ini tidak ada kebun Plasma untuk masyarakat. Dengan kondisi inilah Masyarakat Desa Laman Baru dan Desa Ajang meminta kepada Pemerintah daerah Sukamara, Dewan Adat Dayak (DAD) serta Organisasi IHB Kalteng untuk membantu penyelesaian hak-hak masyarakat setempat.

Kuasa kepengurusan lahan masyarakat Desa Laman Baru dan Desa Ajang, Wendi menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi  di lapangan PT. SMG belum menganti rugi lahan masyarakat. Beberapa perwakilan masyarakat desa Laman Baru mengungkapkan  sejak tahun tahun 2011 hingga 2017 dialog penyelesaikan sengketa lahan masyarakat dengan pihak perusahaan tidak ada kejelasan serta titik temu.

Bahkan, pihak perusahaan seakan-akan lupa bahwa terdapat hak dan kewajiban yang seharusnya dapat diselesaikan dengan masyarakat tiap desa. Salah satu masyarakat menyebutkan PT. SMG klaim telah memberi kompensasi 100 juta untuk lahan 1000 hektar dan 1 unit mesin Ganset, namun itu bukanlah untuk menyelesaikan sengketa lahan melainkan uang tersebut sebagai dana kompensasi kepada pemerintahan desa. Sementara persoalan tanah warga yang berada di lahan tersebut belum diselesaikan hingga kini.

“Itu bukan uang ganti rugi lahan. Namun kompensasi perusahaan terhadap desa. Jadi harus bisa membedakan,” jelas Wendi kepada awak media, Senin (19/10).

Sementara itu CDO PT SMG, Rahmat hingga saat ini belum bisa dihubungi oleh awak media. (SM-LB1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *