BARTIM, lintasberita1.com – Insiden kecelakaan yang terjadi di jalan Exs Pertamina di Desa Jawetan Kabupaten Bartim Prov. Kalteng beberapa hari yang lalu, rupanya memicu cerita baru yang belum terkuak sebelumnya.

Menurut pengakuan dari pihak PT Patra Jasa, I Made Wirya Susila (Kordinator), saat dikonfirmasi langsung, Jum’at (27/09/2019), bahwa ada oknum salah satu perusahaan yang telah diduga melakukan pengrusakan terhadap pralatan dan sarana milik anak Perusahaan Pertamina yaitu PT Patra Jasa, yang bertugas untuk mengelola Jl. Exs Pertamina, diduga adalah perusahaan yang tidak mau mendaftar dan bekerjasama dengan PT Pertamina,dalam Hal ini PT.Patra Jasa.

“Mereka tidak mau mendaftar dan komunikasi, kata Made.

Padahal sebelumnya, pihak Pertamina melaui PT Patra Jasa sudah mengedarkan surat pemberitahuan kegiatan perbaikan jalan milik PT. Pertamina sejak tanggal 16 September 2019 silam, dengan nomor surat: 165 /DIR-PJ/S/IX/2019. Kemudian didampingi dengan form pendaftaran kerja sama pengguan jalan milik PT Pertamina.

“Jadi, bukan serta-merta Jalan ini kami tutup tanpa ada pemberitahuan,” pungkasnya.

Made mejelaskan, bahwa pihaknya melakukan hal tersebut untuk menyelamatkan aset Negara dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Dengan cara membentuk kerjasama antara para penamabang dengan PT Pertamina, agar aset pendapatan Negara dapat diselamatkan.

Karena, muncul dugaan bahwa ada oknum-oknum telah melakukan Pungli terhadap perusahaan perusahan yang melintas atau menggunakan Jalan Exs Pertamina Dengan Dalil-Dalil antaranya untuk perawatan dan perbaikan jalan tersebut, namun dari hasil pungutan itu kebanyakan diduga untuk kepentingan Peribadi saja.”Bahkan tidak ada sama sekali buat daerah atau negara maka sangat merugikan Negara,” tegas Made.

Made menambahkan, bahwa pihaknya tidak meminta upah pungut ke sopir atau pengangkut. “Yang kami mau para penambang mau bekerja sama dan bisa tertip dalam menggunakan jalan tersebut ,”tutupnya. www.lintasberita1.com, #TIM#