PALANGKA RAYA, lintasbertia1.com – Sehubungan dengan berlangsungnya Operasi Pertambangan Tanpa Izin (Peti) Telabang 2018. Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol. Drs. Anang Revandoko melalui Dirreskrimsus Kombes Pol. Adex Yudiswan menggelar Press Confernce terkait hasil Operas Peti di lapangan Mapolda, selasa (3/7/2018).

Dari hasil Operasi Peti 2018, petugas berhasil mengamankan pelaku Illegal Mining sebanyak 20 orang di sejumlah wilayah hukum Polda Kalteng, ungkap Dirreskrimsus.

Ditambahkannya, dari 20 orang pelaku tersebut pihaknya juga mengamankan delapan unit Excavator dari berbagai jenis dan merk, empat buah kunci Excavator, empat buah buku catatan, tiga unit Telatap (lanting sedot) beserta alat sedot untuk menambang emas, tiga unit dump truck bermuatan 9,5 ton pasir puya berikut barang bukti lainnya.

“Barang bukti sebanyak 9,5 ton pasir puya ini kami tangkap dari pelaku berinisial Up di wilayah hukum Polres Kapuas tepatnya di Jalan Lintas P. Raya – Buntok Desa Teluk Batu Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas, Jumat (18/5/2018) lalu,” terangnya

Dirreskrimsus melanjutkan, jika dalam kasus kali ini aparat kepolisian akan menerapkan pasal 158 Undang Undang RI Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba (Mineral Batubara).

Ditempat yang sama, Kabidhumas AKBP Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menjelaskan, keberhasilan Polda Kalteng dalam mengungkap tindak pidana dibidang illegal mining ini merupakan hasil kerjasama antara Polri dan masyarakat dalam memberikan informasi.

“Saya mewakili pimpinan mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar proaktif untuk menyampaikan informasi kepada kami,” tutup Kabid Humas. www.lintasberita1.com, #PERDI#