Palangka Raya – lintasberita1.com – 10 Desember 2017. Pada minggu agi sekitar pukul 09.00 wib, telah menghadap ke POLDA Kalteng, tiga orang pemuda yang bekerja sebagai buruh bangunan guna melaporkan penodongan dengan senjata api oleh orang yang tidak dikenal. Datang bersama dengan pihak media, ketiga pemuda yang berasal dari Jawa ini tampak begitu gugup dan tegang saat menghadap pihak berwajib.

Kejadian ini berlangsung pada Jumat sore, kira-kira pukul 15.00 wib, di Jalan Merica RT.03 RW 06 Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya. Dimulai ketika ketika pemuda ini yang bekerja sebagai tenaga pembangun pada salah satu perumahan yang sedang dalam proses pembangunan. Salah satu dari mereka adalah Ahmad Supratman yang didatangi oleh seorang pemuda yang adalah warga di daerah tersebut menegur dan mengatakan bahwa tempat pembangunan rumah tersebut adalah jalan di daerah tersebut. Dijawab oleh Ahmad Supratman bahwa dia hanya pekerja yang melaksanakan perintah atasan. Karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan pemuda yang tidak diketahui namanya tersebut langsung beranjak pergi.

Sekitar setengah jam kemudian datang segerombolan orang dengan mengendarai dua buah motor bebek dan satu mobil avanza silver. Diketahui kemudian bahwa pemuda yang sebelumnya datang menegur itu adalah anak dari Bapak Kasumansyah yang adalah juga warga di lingkungan tersebut. Bersama dengan keempat orang lainnya yang tidak diketahui identitasnya. Salah seorang dari mereka yang saat itu datang dengan mengendarai mobil avanza silver, berpakaian koko berwarna putih, berperawakan sedang kemudian menghampiri ketiga buruh bangunan tersebut langsung mengambil senjata api jenis pistol dari pinggang sebelah kirinya kemudian mengokang dan menodongkannya ke arah Moh Khamali dan Khoiri, dua pekerja bangunan yang berada di tingkat dua, sambil berkata ;”kamu mau ikut-ikutan ya?”. Orang-orang lainnya yang datang bersama-sama tersebut berusaha menenangkan si penodong dengan mengatakan, “Jangan Pak!”. Setelah itu arah senjata api kemudian ditodongkan kepada pekerja satunya yang berada di dalam genangan rawa, setelah menghardik, si penodong kemudian pergi bersama dua orang lainnya yang tidak dikenal tersebut.

Setelah tiga orang dari rombongan tersebut pergi, hanya Bapak Kasumansyah dan anaknya beserta satu orang yang tidak dikenal, berusaha menakut-nakuti ketiga pekerja bangunan tersebut dengan hardikan :”Kamu mau ya dipenjara!”. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan ketiga pekerja bangunan tersebut dalam ketakutan dan kebingungan. Kejadian ini baru diberitahukan kepada kepala tukang Bapak Ibrahim keesokan harinya.

Tidak diketahui identitas dari si penodong yang menggunakan senjata api berjenis pistol tersebut. Sampai berita ini diturunkan belum ada informasi lebih lanjut mengenai oknum penodong. Ada dugaan bahwa itu adalah oknum aparat karena menggunakan senjata api. Kepastian akan muncul setelah pihak dari kepolisian melakukan investigasi lebih lanjut. ### tomp.