PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Permasalahan keberadaan gas Elpiji bersubsidi 3 Kg di Wilayah Kota Palangka Raya, masih belum bisa diatasi oleh Pemerintah Kota. Bagaimana tidak, selain keberdaannya yang susah dicari, belakangan ini harga Tabung Gas berwarna melon ini pun ditingkat pengecer, selangit yaitu kisaran Rp. 35 ribu sampai Rp. 37 ribu pertabungnya.

“Diduga” kelangkaan ini disebabkan ulah oknum Agen dan Pangkalan yang nakal, yang dengan sengaja melarikan Gas 3 kg berwarna melon ini keluar Kota Palangka Raya, sehingga didalam Kota terjadi kelangkaan, ditambah lagi kurangnya pengawasan dari instansi terkait.

“Harga Tabung Gas Elpiji 3 kg di eceran sekarang sangat mahal pak, bisa mencapai Rp.35 ribu hingga Rp.40 ribu pertabungnya. Karena harganya mahal itu lah saya rela ngantri beli di Pangkalan, harganya lebih murah sekitar Rp.20 ribu pertabungnya,” kata Rahmat kepada awak media saat mengantri di Pangkalan Gas jalan G.Obos, Kota Palangka Raya, Jumat (11/10/2019) pagi.

Rahmat berharap, Pemerintah Kota Palangka Raya segera mensurvei dan melakukan pengawasan terhadap pangkalan dan kios-kios pengecer. Hal ini supaya harga ditingkat pengecer tidak terlalu mahal dan bisa dijangkau oleh Masyarakat.

Hal senada juga diungkapkan Aril yang ikut mengantri di pangkalan gas elpiji 3 kilo gram di jalan G.Obos Kota Palangka Raya. Ia mengungkapkan akhir-akhir ini Tabung Gas 3 kg di Kota Palangka Raya sangat sulit diperoleh. Kalau pun ada harganya sangat mahal, di Kios-kios pengecer saja harganya sampai Rp.35 ribu hingga Rp.37 ribu.

“Saya berharap Pemerintah Kota Palangka Raya menambah kuota Tabung Gas 3 kg, agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat,” harapnya. Www.lintasberita1.com, #PERDI#