Kasdim PPU Pukul Petep, Tandai Festival Adat Belian Paser Nondoi Benuo Taka Dimulai

PENAJAM, lintasberita1.com – Kegiatan Pesta Adat Belian Paser Nondoi Tahun 2019 kembali digelar dan dibuka langsung oleh Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Gafur Mas’ud yang ditandai dengan pemukulan Petep yang di dampinggi oleh Kasdim 0913/PPU, serta tamu undangan lain yang bertempat di Rumah Adat Kuta Rekan Tatau Jln Prop Km 8 Kelurahan Nipah-Nipah Kecamatan Penajam Kabupaten PPU, Rabu (6/11/2019).

Dalam sambutannya Bupati Penajam Paser Utara H. Abdul Gafur Mas’ud, S.E mengatakan, PPU adalah masyarakat yang majemuk. Ada banyak bahasa dan berbagai bentuk kebudayaan, termasuk seni yang dapat kita jumpai. Keindahan seni dan budaya ini akan menjadi modal sangat besar bagi pembangunan dan perkembangan masyarakat di Kabupaten PPU.

“Melaksanakan festival dengan bersusah-payah tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan hasil yang Insya Allah dicapai, yaitu terbentuknya kehidupan seni dan kebudayaan secara sehat, dinamis, dan saling berhubungan secara harmonis, sehingga menjadi satu mozaik yang indah luar biasa,” tutur Abdul Gafur Mas’ud.

Sementara itu Dandim 0913/PPU Letkol Inf Mahmud kepada awak media menambahkan, bahwa diperlukan kerjasama dari semua pihak untuk terus melakukan pelestarian budaya, sehingga dapat memberikan penghargaan yang tinggi kepada Dinas Pariwisata PPU beserta jajarannya yang telah bekerjasama dengan Lembaga Adat Paser dan segenap panitia penyelenggara Festival Adat ini, yang terus konsisten dan aktif dalam rangka mempromosikan eksistensi seni budaya Adat Paser dikalangan Masyarakat PPU.

“Adat sebagai kebiasaan yang turun-temurun perlu ditata dan dikembangkan. Sebab, adat berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sebagaimana manusia, adat juga selalu berubah. Adat berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Dalam perubahan zaman yang sangat cepat seperti sekarang ini, kita harus hati-hati menjaga dan mengembangkan adat, untuk itu kami TNI selaku aparat keamanan siap setiap saat dalam menjaga serta melestarikan kebudayaan daerah ,” pungkasnya.

“Kami juga berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya dan pelaksanaannya dapat lebih baik lagi ke depannya. Semoga event ini juga dapat membawa pengaruh positif terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik wisatawan dalam Negeri maupun wisatawan mancanegara ke PPU,” lanjutnya.

Di ketahui kegiatan Nondoi nantinya akan dilaksanakan selama 9 hari. Selama itu juga diadakan beberapa kegiatan seperti perlombaan festival, Pameran dan UKM, Pentas Seni Budaya, Lenggang Ronggeng Benuo Taka, Sadar Wisata serta Senam Ronggeng Massal. Www.lintasberita1.com, #PERDI# (Sumber: Penrem 091/ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *