KATINGAN, lintasberita1.com – Kepala Kepolisian Resor Katingan AKBP E. Dharma B. Ginting, S.H., S.I.K., M.H. memastikan, Polres Katingan akan meminta pertanggung jawaban dari pihak-pihak atau pelaku yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut diucap Kapolres Katingan saat di konfirmasi di ruang kerjanya di Polres Katingan, jalan Bhayangkara Nomor 01 Desa Hampalit Kereng Pangi, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, Jum’at (12/07/2019) siang.

Untuk mengantisipasi Karhutla, Polres Katingan terus berupaya maksimal dalam mengatasi masalah kebakaran hutan. Saat ini, apabila titik api yang memicu kathutla terpantau di wilayah hukum Polres Katingan, sesegera mungkin Polsek terdekat dengan lokasi kebakaran harus mendatangi untuk memadamkan dan mengantisipasi meluasnya potensi kebakaran, agar dapat di cegah.

“Jadi, sekarang begitu kelihatan ada titik api atau titik panas yang termonitor satelit langsung didatangi dan segera dilakukan upaya untuk disiram atau dimatikan,” kata Kapolres Katingan.
Lanjutnya, pasti ada hukuman untuk pihak-pihak atau pelaku yang melakukan karhutla.
“Apabila tertangkap tangan dan terbukti yang secara sengaja membuat kebakaran Hutan, maka Polres Katingan akan melakukan proses hukum sebagaimana mestinya, “ tegas Kapolres Katingan.

Sesuai dengan Undang-Undang RI yang menjadi dasar hukum untuk bisa menindak pelaku karhutla, yaitu UU RI Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHP, UU RI Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan, UU RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup dan UU RI Nomor 39 tahun 2014 tentang Perkebunan.

Untuk mencegah Karhutla, saat ini Polres Katingan sedang melaksanakan Operasi Bina Karuna Telabang 2019, di wilayah hukum Polres Katingan, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau, untuk itu Polri melalui personel Satbinmas khususnya para Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas melakukan sambang untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang Maklumat Kapolda Kalteng tentang antisipasi karhutla dan hal-hal terkait yang berpotensi menyebabkan kathutla.

Satsabhara aktif melakukan patroli dan akan berupaya memberikan bantuan bila kebakaran terjadi, Satintelkam akan mendeteksi dengan mengumpulkan bahan keterangan terjadinya karhutla, sedangkan Satreskrim akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan sesuai aturan hukum, apabila ada yang tertangkap tangan melakukan karhutla.

“Kita mencoba untuk membantu Masyarakat Bumi Penyang Hinjei Simpei untuk diingatkan bahwa jangan ada yang membakar apalagi kalau ini korporasi ya, perusahaan-perusahaan yang melakukan karhutla harus bertanggung jawab,” kata AKBP Dharma Ginting.

Untuk mengatisipasi karhutla di Kabupaten Katingan, Kepolisian juga berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan instansi pemerintah terkait lainnya, untuk terjun bersama sama menangani masalah karhutla ini. Www.lintasberita1.com, #AMD#