Jelang Pilkada, Tokoh Dayak Tapin Bini Tolak Radikalisme dan Hoax

Lamandau, lintasberita1.com – Tokoh Suku Dayak asal Desa Tapin Bini Kecamatan Lamandau Kab.Lamandau menolak penyebaran radikalisme serta beredarnya berita bohong (hoax). Ungkapan itu disampaikan oleh Rudi Sea saat diwawancarai oleh awak media lintasberita1.com terkait pemilihan kepala daerah tingkat 1 Gubernur Kalimantan Tengah pada Desember mendatang.

Rudi menegaskan, Pilkada Damai 2020 harus menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Meski pilihan berbeda namun suasana dalam bertetangga, berteman menjadi prioritas utama. Pasalnya, kata dia, sumber suasana kondusif, aman dan tentram itu kuncinya ada pada persaudaraan dan saling menghormati pilihan satu dengan lainnya.

“Pilihan boleh beda, kerukunan yang utama. Jangan karena Pilkada persaudaraan yang sudah terpupuk puluhan tahun bisa sirna begitu saja,” tandasnya, Jumat (10/7) siang.

Menurut Rudi, ada beberapa pemicu ketidak kondusifan saat menjelang Pilkada yang harus diperhatikan. Di antaranya, berita hoax, sara, radikalisme dan terorisme serta isu-isu yang sengaja diopinikan untuk menciptakan kegaduhan.

“Semua faham-faham itu harus tegas kita tolak,” jelasnya.

Selain menyampaikan tentang Pilkada Damai, Rudi Sea yang akrab dipanggil Bujang ini juga menyampaikan rasa keprihatinan atas bencana banjir yang melanda puluhan rumah warga di beberapa wilayah di Kabupaten Lamandau.

Meluapnya Sungai Lamandau karena intensitas hujan sangat tinggi dan cuaca ekstrim menyebabkan ratusan rumah terendam air hingga ketinggian 2 meter. Tak pelak, sebagian warga mengungsi serta menggantungan hidupnya dari bantuan Pemda Lamandau serta dari pihak-pihak terkait dan para dermawan.

“Kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 1990. Kita optimis saja, semoga musibah banjir ini segera surut dan warga bisa menempati rumahnya serta bisa bekerja kembali,” pungkasnya. (Wendi, C-LB1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *