Jalanan Berdebu, Warga Arutara Minta Bus DAMRI yang Ber-AC

Kotawaringin Barat – Bus Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia (DAMRI) yang beroperasi mulai tahun 2020 ini dengan trayek Pangkut – Pangkalan Bun atau sebaliknya, mendapatkan tanggapan baik oleh masyarakat di Kecamatan Arut Utara (Arutara) Kotawaringin Barat (Kobar) Kalimantan Tengah.

Bus perintis yang diresmikan oleh Bupati Kobar, Hj. Nurhidayah pada 30 Januari bulan lalu di halaman Kantor Camat Arutara itu tak ber-AC serta banyak panel yang sudah rusak. Pasalnya, jalan yang dilewati masih menumpang jalan perusahaan Korintiga Hutani jika hujan licin dan berdebu disaat terik matahari.

Melihat kondisi Bus yang terlihat usang dengan kondisi kurang layak itu, Bupati Kobar menyampaikan kepada managemen Bus Damri agar sesegera mengganti unit yang lebih bagus.

“Kepada pihak managemen Bus Damri saya mohon agar unitnya diganti yang lebih bagus dan ber-AC. Mengingat jalanan di Arutara berdebu,” ucap Bupati beberapa waktu lalu kepada perwakilan Bus Damri.

Menurut keterangan warga Desa Gandis, Bayu, ia mengaku dengan adanya Bus Damri dirinya merasa senang dan lebih mudah ke Pangkalan Bun. Disamping lebih ekonomis, satu hari bisa balik lagi ke desanya.

“Senang, karena irit biaya jika ikut mobil Damri,” ujar Bayu saat menggunakan Bus Damri, Selasa pagi (11/2) kepada awak media.

Ditambahkannya, Kendati dirinya merasa terbantu saat bepergian, namun Bayu merasa tidak nyaman karena disaat jalanan berdebu susah bernafas. “Debunya masuk di dalam mobil dan para penumpang susah bernafas,” tandasnya.

Ungkapan senada juga disampaikan warga Kelurahan Pangkut yang berada di Camp Siba PT SINP-PBNA, Mastinasari, ia mengatakan Busnya masih kalah bagus dibanding milik perusahaan sawit ia bekerja. Kendati demikian, ia merasa senang dan terbantu adanya Bus perintis yang merupakan milik BUMN ini.

“Dilain sisi senang karena murah, namun disisi lain juga Busnya harus diganti dengan yang lebih bagus,” ungkap Mastinasari.

Sementara itu, Driver Damri Rendra Saputra mengatakan jika Bus yang ia operasikan itu tahun 2012. Menurutnya, Bus tersebut masih memang ACnya tidak ada.

“Usia Bus ini tergolong sedang, namun AC-nya tidak ada. Maka saya kasihan jika jalanan berdebu. Saya saja selalu pakai masker karena debu,” ucapnya.

Pada waktu terpisah, Jatis (52) warga Desa Panahan yang merupakan penumpang langganan Bus Damri berharap kepada pemerintah agar kendaraan ini diganti dengan yang lebih layak dan juga ada AC-nya. Karena, lanjut dia, seringkali dirinya menahan nafas jika di jalan PT Korintiga Hutani.

“Hampir sesak nafas jika di jalan Korindo (Korintiga Hutani). Debunya luar biasa dan masuk di dalam mobil,” tandasnya kepada lintasberita1.com pada saat menggunakan Bus itu, Jumat sore (14/2). #Suhud Mas’ud

One thought on “Jalanan Berdebu, Warga Arutara Minta Bus DAMRI yang Ber-AC”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *