Gubernur Kalteng: Lebih Baik Kehilangan Jabatan Dari Pada Kehilangan Saudara

KOBAR, lintasberita1.com – Gubernur Kalimantan Tengah (Kelteng), Sugianto Sabran mengatakan lebih baik kehilangan jabatan dari pada kehilangan saudara atau keluarga. Ucapan itu ia sampaikan di hadapan ribuan tamu undangan yang berasal dari seluruh kabupaten se Kalteng, Sabtu malam (15/2/2020) di kediaman H. Abdul Rasyid AS, Jl. Hasanudin Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) Kalteng.

“Tidak ada artinya sebuah jabatan jika kita kehilangan keluarga atau saudara. Tentang Pemilihan Gubernur mendatang, saya lebih memilih menjalin hubungan baik persaudaraan dan kekeluargaan, dari pada permusuhan dalam mencari sebuah jabatan,” tandasnya.

Sugianto juga berpesan siapapun mempunyai hak mengikuti kontestasi Pemilukada Gubernur Kalteng. Namun, kata dia, semuanya harus dilandasi kejujuran dan menjunjung tinggi adat dan budaya berbudi pekerti yang luhur. Serta bersama-sama menjaga Kalteng agar suasana tetap aman, nyaman, tentram dan damai.

Selain itu, Gubernur Kalteng juga berjanji akan melanjutkan pembangunan yang belum selesai serta menambah pembangunan baru disemua wilayah.

“Tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, juga dari berbagai Ormas harus kompak dalam membangun Kalteng. Dengan syarat itulah Kalteng akan cepat maju dan berkembang sesuai harapan kita bersama,” jelasnya.

Bukan hanya pembangunan fisik, sambung Gubernur, pembangunan mental melalui dunia pendidikan pun tak kalah penting. Maka dari itu, lanjut dia, jika Tuhan Yang Maha Kuasa berkehendak dalam periode kedua nanti ia akan fokuskan perihal yang berkaitan dengan pendidikan.

“Kita jangan mau kalah dengan propinsi lain. SDM kita harus mampu bersaing dengan mereka yang dari luar sana. Pendidikan akan menjadi prioritas kami juga,” tegasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama seorang tokoh serta pengusaha ternama di Kalteng, H. Abdul Rasyid dalam sambutannya memaparkan pentingnya menjalin silaturrahmi khususnya dengan para tokoh masyarakat Suku Dayak. Dan umumnya pada seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menjelaskan jika dirinya adalah putra daerah asli Suku Dayak Kalimantan Tengah.

“Ada yang tidak percaya bahwa saya ini asli Suku Dayak. Lahir saya itu di Kabupaten Seruyan sekitar 62 tahun silam,” paparnya.

Disamping menegaskan keaslian sebagai putra daerah, Abdul Rasyid juga menceritakan awal perjuangannya sebagai pengusaha di Kalimantan Tengah ini. Ia bahkan berpesan, jika para pengusaha dari luar yang datang ke Kalimantan saja bisa sukses, mengapa putra daerah tidak bisa meraih kesuksesan yang sama.

“Sudah saatnya kita sebagai putra daerah menjadi pemimpin dan menjadi pengusaha. Sekarang masyarakat Kalimantan banyak yang jadi profesor dan sudah banyak yang jadi doktor,” pungkasnya. Www.lintasberita1.com, #Suhud Mas’ud#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *