Dokumen Palsu Hampir Selundupkan 8 Truk Kayu Illegal

PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Tim Satgas Wanalaga Polda Kalteng 2019 yang dipimpin oleh Kasubdit Tipidter AKBP Manang Soebeti, S.I.K., M.Si, berhasil mengamankan 8 (delapan) buah truck pengangkut kayu yang diduga hasil Illegal Loging, di Jl. Kapten Piere Tandean Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Selasa (19/11/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.

Keberhasilan pengungkapan Illegal Loging tersebut disampaikan langsung oleh Kasubdit Tipidter AKBP Manang Soebeti, dalam Press Release Ditreskrimsus Polda Kalteng, Kamis (21/11/2019) sekitar jam 11.00 WIB.

Manang menyampaikan, sebelum dilakukan penangkapan Tim Satgas Wanalaga Polda Kalteng mendapatkan informasi bahwa ada truck yang melakukan pengangkutan kayu olahan berbagai ukuran dan jeni dengan tujuan Kota Banjarmasin, serta diduga menggunakan dokumen tidak sesuai dengan peruntukannya.

Kemudian, setelah mengamankan saksi-saksi (supir) beserta barang bukti ke Kantor Polda Kalteng untuk pendalaman, ditetapkanlah dua orang tersangka yakni M. Gazali Rahman bin Abam (Alm) sebagai pembuat/penerbit surat SKSHHK, dan H. Nurdin selaku Pemilik kayu dan pemilik UD TIGA SAUDARA II yang beralamat di Desa Pepas Kecamatan Montalat /Tumpung Laung Kabupaten Barito Utara, Muara Teweh, Prov. Kalteng.

Diketahui H. Ghazali adalah orang yang ditunjuk dan diangkat langsung oleh Dinas yang diberikan kewenangan untuk menerbitkan surat SKSHHK.

“Kasus yang kita amankan ini termasuk modus baru, karena para pelaku ternyata menggunakan dokumen Asli tapi ternyata Palsu,” kata Manang.

Maksudnya, ketika si pembuat surat SKSHHK yaitu H. Gazali saat memasukan data secara online totalnnya adalah 0.0199 M3. Tapi pada kenyataannya, setelah data tersebut di download, tersangka kemudian mengedit surat tersebut menjadi 10.8000 M3. Artinya, jumlah kayu yang ada di truck tersebut tidak sesuai dengan ijin yang dimasukan.

“Mereka memang mempunyai industry usaha primer kayu, tapi dengan cara mengakali kuota yang diberikan seperti ini artinya tersangka menebang kayu diluar areal yang diijinkan,” tegas Manang.

“Jadi, dalam kasus ini kerugian bagi Negara diperkirakan kurang lebih Rp. 400.000.000, (Empat Ratus Juta Rupiah) lebih,” jelas Manang.

Selanjutnya, kepada perusahaan yang membeli kayu tersebut dan Dinas terkait akan dipanggil ke Polda Kalteng untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Tambahnya, untuk lebih jauh Tim Satgas Wanalaga Polda Kalteng akan menyasar kepada perusahaan-perusahaan yang lain, untuk mengetahui apakah mereka juga melakukan pemalsuan dokumen seperti yang dilakukan oleh UD TIGA SAUDARA II tersebut, sehingga nanti bisa diketahui kenapa Hutan di Kalteng semakin lama semakin berkurang.

Adapun barang bukti yang telah diamankan yakni, 8 (delapan) buah truck; kurang lebih 99 M3 kayu olahan jenis meranti; 8 (delapan) lembar dokumen kayu berupa SKSHHK; 8 (delapan) lembar dokumen DKO; 8 (delapan) surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNKB); dan 8 (delapan) buah kunci truck.

“Kedua tersangka kemdian dijerat dengan UU No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Pasal 83 ayat (1) huruf b jo Pasal 12 huruf e dan/atau pasal 88 ayat (1) huruf b Jo pasal 16,” imbuhnya. Www.lintasberita1.com, #PERDI#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *