“ BINGUNG “ MASYARAKAT KOTA PALANGKA RAYA PENERIMA BANTUAN SOSIAL TUNAI (BST)

PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Semenjak Pemerintah mengumumkan adanya bantuan sosial untuk masyarakat yang terkena dampak Covid-19 atau Corona Virus, Bantuan-bantuan tersebut ada yang berupa Sembako ataupun berbentuk uang tunai BST ( Bantuan Sosial Tunai ), Dan sumber-sumber dananya pun berbeda-beda, Ada yang bersumber dari APBN ( Dana Pusat ) dan ada yang bersumber dari APBD Provinsi Kalteng.

Untuk sumber dana APBD Provinsi Kalimatan Tengah, pengambilan  bantuan tersebut yaitu hanya dapat di ambil di Bank Pembangunan Kalteng (BPK ) Sebesar Rp.500.000.,-bukan di Bank Lainnya,  sedangkan untuk yang bersumber Dari Dana APBN, di Ambil di Kantor Pos, Sebesar Rp. 600.000.,-.

Mengenai BST ( Bantuan Sosial Tunai ) yang bersumber dari APBD Provinsi semenjak kemaren hari minggu tanggal 31 Mei Sudah mulai disalurkan atau bisa diambil di Bank Pembangunan Kalteng ( BPK ), setelah adanya pemberitahuan , maka masyarakat yang merasa namanya terdaftar langsung datang beramai-ramai menuju Bank Pembangunan Kalteng.

Akibat keramaian itu, maka terjadi penumpukan orang yang akibatnya berjubel, dan berkrumun , melihat kejadian tersebut mereka secara tidak sadar sudah melalaikan mengenai Protokoler Covid-19 yang mengharuskan jangan sampai terjadi perkumpulan orang dalam jumlah banyak atau Cocial distancing ( jarak sosial).

Pada Hari ini Minggu 1 Juni 2020, kembali terjadi lagi Masyarakat Kota Palangka Raya Yang ingin mengambil BST ( Bantuan Sosial Tunai ) mendatangi Bank Pembangunan Kalteng, dan terjadi kembali penumpukan orang, terjadi kembali pengabaian social distancing Protokoler Covid-19, melihat kejadian tersebut tentu kita tidak dapat menyalahkan masyarakat saja tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab kenapa sampai hal tersebut bisa terjadi.

Bahkan pada hari ini 1/6/2020, masyarakat kebingungan untuk mengambil BST ( Bantuan Sosial Tunai ) karna ternyata Bank Pembangunan Kaltengnya tutup Padahal mereka sudah dijanjikan untuk datang kembali pada saat kemaren mereka mengantri, dan mereka merasa dibohongi , ungkap salah seorang Warga ( EIMO ).

“ Sangat tidak setuju dengan adanya berkrumunnya orang, karena melanggar aturan kesehatan yang dikeluarkan oleh pemerintah, Pemerintah melarang berkumpul, rame-rame nyatanya melanggar protocol Cocid-19 Cocial distancing ( jarak sosil) , adanya administrasi yang menangani pembagian      BST ( Bantuan Sosial Tunai ) yang kurang baik, Ucap salah seorang Warga penerima BST ( Sebut saja Kakek).

www.lintasberita1.com *#TIM#*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *