PALANGKA RAYA, Lintasberita1.com – Menyikapi bertambahnya jumlah terpapar covid-19 menjadi 6 orang membuat Walikota Palangka Raya memulai sebuah gerakan, yaitu dengan melibatkan RT, Lurah, dan Camat untuk memperkecil skala perlawanan terhadap covid-19.

Dalam sebuah forum yang dihadiri Kabag Ops mewakili Kapolresta; Asisten Perekonomian dan Pembangunan; Kepala BPBD Palangka Raya; Danramil; Camat Pahandut, Camat Sebangau, Camat Rakumpit, Sekcam Jekan Raya, Sekcam Bukit Batu dan Lurah se Kota Palangka Raya.

Walikota Palangka Raya Fairid Naparin, SE., mengatakan, terkait zona merah dan kuning di Kota Palangka Raya setiap hari bertambah. Peran RT, lurah dan camat sangat penting dalam melawan penyebaran covid-19, karena masih banyak masyarakat yang menyepelekan desinfektan.

RT dan Lurah harus mengetahui semua data warganya. “Apabila terdapat kerumunan dimanapun harus di tertibkan, dan masing-masing Kelurahan harus menyampaikan keluhan-keluhan masyarakat untuk dilakukan penyemprotan desinfektan,” tutur Walikota.

Kota Palangka Raya kini memiliki 6 orang yang positif covid-19. Walikota menjelaskan, hal yang harus di perhatikan Lurah dan Camat di wilayahnya:

  1. Harus mengetahui data akurat dan informasi terbaru dengan berkoordinasi dengan tim gugus Covid 19 Pemko Palangka Raya.
  2. Menindaklanjuti pengaduan penyemprotan desinfektan dari warganya.
  3. Bersama RT/RW sebagai lini terdepan harus mengetahui aduan warganya untuk selanjutnya ditindaklanjuti

“Selalu berkoordinasi dengan Tim Gugus Covid 19 Pemprov Kalteng, serta mengutamakan penyemprotan di tempat-tempat yang memiliki kepadatan penduduk, serta wilayah yang memiliki riwayat ODP dan PDP,” tegas Walikota.

Dalam kesempatan yang sama Kapolresta Pqlqngka Raya AKBP Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., diwakili Kabag Ops meminta kepada para lurah dan camat untuk dapat menghimbau seluruh warganya agar tidak memperbolehkan makan di warung kecuali take away.

Seberapapun anggarannya yang terpenting adalah kualitas dari cairan desinfektan yg di semprotkan, karena itu sangat mempengaruhi covid19.

“Akan ada penyemprotan massal hari selasa, jam 9 pagi, yang akan di laksanakan secara nasional/serentak,” ungkapnya.

“Setiap puskesmas siap untuk melayani pemeriksaan secara sukarela. Puskesmas yang sudah melaksanakan yaitu puskesmas pahandut,” tambahnya.

Kepala BPBD juga menghimbau untuk secara mandiri dalam melaksanakan penyemprotan desinfektan.

“rencana kedepannya, cairan desinfektan akan di sediakan di kelurahan. jadi, warga bisa meminta cairan tersebut di masing-masing kelurahannya,” pungkasnya. Www.lintasberita1.com, #PERDI#