Atasi Banjir, Pemdes Nanga Mua Bangun Siring Jalan

Kotawaringin Barat, lintasberita1.com – Langganan banjir yang menerjang jalan poros desa setiap tahunnya menjadikan Pemerintah Desa (Pemdes) Nanga Mua  Arut Utara (Arutara) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah mengambil langkah dengan membangun siring pondasi sepanjang 176 meter kanan kiri jalan dengan ketinggian 130 meter. Pembangunan swakelola yang bersumber dari dana silfa tahun 2020 ini juga dianggap sebagai langkah partisipatif antara Pemdes dan masyarakat. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 banyak yang kehilangan pekerjaanya sehingga adanya pekerjaan swakelola bisa menjadi jalan alternatif agar perekonomian warga tetap berjalan.

“Yang melaksanakan adalah warga Nanga Mua dan dari beberapa RT biar merata,” tandas Maryoto warga yang turut bekerja dalam pembangunan siring tersebut kepada awak media, Senin (18/5) siang.

Ia menjelaskan, pembangunan kali ini bertujuan untuk menanggulangi banjir yang meluber ke jalan desa setiap kali curah hujan tinggi. Meski belum menyerluruh, kata dia, setidaknya sudah mulai dipasang siring jalan yang dianggap paling rendah.

“Tentunya bertahap pembangunan siring ini. Tahun depan mudah-mudahan bisa dilanjutkan mengingat panjang jalan yang terkena dampak (banjir) ada sekitar 300 meteran,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Nanga Mua, Heriyanto saat monitoring mengatakan ada beberapa lokasi yang tahun ini akan dikerjakan. Tahapan pertama pembangunan siring dan penimbunan dan pembangunan sumur bor air bersih. Tahapan selanjutnya pembangunan jalan dengan menggunakan paving blok khusus jalan serta pembangunan fasilitas sosial lainnya yang masuk dalam program tahun 2020 ini.

“Pastinya tahapan demi tahapan itu sesuai dengan program tahun 2020 ini,” jelas Heriyanto.

Selain itu, Heriyanto juga menjelaskan adanya pembangunan yang bersumber dari DD maupun ADD sangat membantu ekonomi warga yang saat ini terkena dampak covid-19. Dengan adanya swakelola masyarakat Nanga Mua tetap bisa bekerja guna memenuhi kebutuhan setiap harinya.

“Dampak dari pandemi Covid-19 bagi ekonomi warga jelas terasa. Maka dengan adanya pekerjaan ini mereka sangat terbantu,” terang Heriyanto.

Menyinggung pembangunan pada tahap selanjutnya ia menyampaikan semua akan dikerjakan masyarakat dengan swakelola agar sesuai arahan dari pemerintah pusat. Sedangkan monitoring dari Pemdes, TPK, Pendamping Desa, Karang Taruna dan tokoh masyarakat dilakukan secara continew.

“Selalu kami kawal dan kami kontrol setiap waktu agar hasilnya sesuai perencanaan. Karena semua bangunan yang ada di Desa Nanga Mua manfaatnya juga akan kembali kepada masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. (SM-LB1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *