Ancaman Staf Kejari Terhadap Wartawan MNC Media Berbuntut Panjang, IJTI Mengecam Keras

KOTA WARINGIN BARAT, lintasberita1.com – Buntut ancaman oleh staf Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Bun Kotawaringin Barat (Kobar) kepada Sigit Dzakwan melalui telephon sellulernya pada Jumat (27/5) malam sekitar pukul 23.30 akan menemui babak baru. Pasalnya, selain tanggapan serius dari kantor pusat MNC Media di Jakarta, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalteng juga memberikan tanggapan yang sama bahkan mengecam tindakan oknum itu.

Persoalan ini berawal ketika Sigit Dzakwan yang merupakan Wartawan resmi dari MNC Media memberitakan tentang dugaan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pangkalan Bun terpapar virus corona. Dalam pemberitaan itu, Sigit sudah mengirim pesan singkat (WA) kepada Kajari guna menanyakan isu Covid-19 yang menimpanya namun tidak ada balasan.

Padahal, banyak pihak menilai virus corona itu bukan aib, karena sudah banyak para pejabat yang terpapar justru memberikan edukasi kepada masyarakat secara luas agar lebih intens dalam mentaati anjuran dari pemerintah tentang pencegahan covid-19 ini.

Menurut Sigit, sebelum berita itu dikirim ke meja redaksi dirinya harus melengkapi keterangan dari narasumber yang ada pada berita tersebut. Ini menunjukkan kaidah jurnalistik seorang wartawan harus terpenuhi meski sebenarnya ia sudah mengantongi data otentik yang bisa dipertanggung jawabkan secara hukum.

Ketua IJTI Kalteng, Tantawi Jauhari mengatakan, tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh aparat hukum sangatlah miris. Sebab orang yang tahu hukum harusnya taat hukum. Jurnalis dari media mainstream kredibel dan karya jurnalistiknya dilindungi UU Pers seharusnya diperlakukan dengan baik.

“Kami sangat mengecam atas peristiwa doxing (ancaman) yang dialami Jurnalis MNC Media Sigit Dzakwan. Dan kami akan lakukan upaya hukum jika memang ini benar benar terjadi,” ujar Awi sapaan akrab yang juga jurnalis senior Metro TV di Palangkaraya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6).

Selain memberikan kecaman terhadap oknum Kejari tersebut, Tantawi juga merilis sikap resminya yang digarap menjadi 7 poin pernyataan.

Atas dugaan intimidasi terhadap Jurnalis MNC Media, Sigit Djakwan, terkait pemberitaan Kajari Kobar,
IJTI Kalteng menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. IJTI Kalteng mengecam keras dugaan intimidasi terhadap jurnalis MNC Media yang dilakukan oleh oknum Pegawai Kejari Kobar.
  2. Kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas adalah ancaman nyata bagi kebebasan pers dan demokrasi yang tengah tumbuh di Tanah Air, khususnya di Kalteng.
  3. Mendesak kepolisian menindak para oknum yang melakukan intimidasi kepada jurnalis MNC Media. Mengingat kerja jurnalis dilindungi dan dijamin oleh Undang-Undang.
  4. Polisi dan aparat lainnya sudah sewajibnya menjaga dan memberikan rasa aman terhadap para jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya.
  5. Meminta kepada pimpinan atau atasan oknum yang diduga mengintimidasi jurnalis agar memberikan pemahaman kepada seluruh anggotanya hingga level paling bawah agar memahami tugas-tugas jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang
  6. Meminta semua pihak agar tidak melakukan intimidasi serta kekerasan terhadap jurnalis yang tengah bertugas.
  7. Mengingatkan kepada seluruh jurnalis di Kalteng agar selalu berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya. Fungsi pers adalah menyuarakan kebenaran serta berpihak pada kepentingan orang banyak.

Palangka Raya, 1 Juni 2020

Pengda IJTI Kalteng

Tantawi Jahari Imam M M
Ketua Sekretaris

Dugaan ancaman itu terjadi lantaran Sigit Dzakwan memberitakan Kajari Kobar Dandeni Herdiana (DH) positif COVID-19 dari hasil swab pertama yang diumumkan Gugus Tugas Covid-19 Kobar pada 29 Mei 2020 malam.

Merasa tak terima dengan pemberitaan tersebut, salah seorang staf kejaksaan meminta Sigit menghapus berita tersebut. Sigit pun menolaknya karena yang ditulis itu sudah sesuai kaidah jurnalistik.

“Ya saya tidak mau, karena tulisan itu berdasarkan fakta di lapangan. Saya pun mempunyai berkas otentik. Awalnya oknum tersebut minta berita dihapus. Saya tolak. Terus dia mulai agak kasar bicaranya. “Jadi begini kamu ya, ok kalo begitu,” ujar Sigit sambil menirukan pembicaraan dengan oknum Kejari Kobar tersebut, Senin (1/6/2020) siang.

Untuk diketahui Sigit Dzakwan adalah jurnalis resmi MNC Media (RCTI, MNC TV, GTV, iNews TV, SINDOnews.com, Okezone.com dan iNews.id) yang ditugaskan di Pangkalan Bun, Kalteng. Dia juga terdaftar sebagai anggota IJTI Kalteng.

Saat ini dirinya masih berkoordinasi dengan pimpinan MNC Media di Jakarta untuk mengambil langkah lebih lanjut. “Ya pimpinan saya sudah menanyakan persoalan ini kepada saya dan kita tunggu nanti hasilnya,” katanya.

Sementara itu, hasil konpress Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kobar pada 30 Mei 2020 dimulai pukul 19.54, Ahmad Rois memaparkan dalam siaran langsungnya di menit 04.45 di antara sekian pasien positif covid-19 satu adalah Tuan DH seorang pejabat di lingkungan Kejari Kotawaringin Barat. Ini menunjukkan kebenaran atas berita itu sekaligus menjadi tamparan pedih bagi Kejari itu sendiri.

Tak ingin dianggap sepihak, awak media lintasberita1.com yang ditugaskan di wilayah Kobar, Lamandau, Sukamara, Seruyan dan Kotim mengirim pesan singkat kepada staf Kejari (N) pada pukul 17.35 tentang tanggapan atas kecaman yang disampaikan oleh Ketua IJTI Kateng. Awak media berharap agar ada penjelasan, sanggahan, atau jawaban dalam bentuk apapun, namun hingga berita ini dimuat yang bersangkutan tidak ada membalasnya meskipun pesan tersebut sudah dibukanya dengan tanda centang biru dua. www.lintasberita1.com (SM-LB1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *