Aksi Solidaritas KBM UPR Terhadap Tapol Papua, Dilaksanakan dengan tetap mengedepankan Protocol Kesehatan

PALANGKA RAYA, lintasberta1.com – Aksi Damai KMB UPR Paduli tuntut pembebasan 7 Tapol papua yang menjadi korban rasisme yang tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Balikpapan terkait dengan dakwaan makar kepada 7 orang, Selasa (16/06/2020) Sore.

“Mereka adalah korban dari Rasisme yang sedang ditahan di balikpapan. aksi berawal dari bulan agustus di surabaya terkait rasisme terhadap papua yang dilakukan oleh oknum di asrama papua, dengan adanya aksi damai ini yang bertujuan agar aksi dan aspirasi kami di dengar oleh seluruh masyarakat” Tutur Yuyun Jubir BEM UPR

Ignasius Warobdri selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Papua Di Universitas Palangka Raya juga berharap dengan adanya aksi damai ini agar tuntutan yang diberikan kepada 7 tapol bisa segera dicabut dan dibebaskan tanpa syarat.

Menurut Ignasius semua ituterjadi justru bukan mengarah kepada keadilan bagi orang Papua, melainkan pembungkaman lewat diblokirnya internet hingga dikriminalisasinya sejumlah aktivis dengan tuduhan makar. 

“Terbukti dengan digunakannya pasal makar untuk menangkap dan menahan aktivis politik Papua dan pembela HAM Papua,” tambah Jubir BEM Upr.

Disebutkan bahwa ke tujuh aktivis Papua dituntut dengan ancaman penjara yang sangat diskriminatif oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dinilai tuntutan itu sebagai bentuk rasisme hukum Indonesia.

Adapun ke tujuh aktivis itu yaitu Buctar Tabuni dituntut 17 tahun penjara, Agus Kossai 15 tahun penjara, Steven Itlay 15 tahun, Ferry Gombo 10 tahun penjara, Alex Gobay 10 tahun, Irwanus Uropmabin 5 tahun, dan Hengki Hilapok 5 tahun agar dapat di bebaskan tanpa syarat. tutupnya www.lintasberita1.com *# RISAMAN#*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *