KATINGAN, lintasberita1.com – Momentum pemilu seperti saat ini sangat rentan terhadap gerakan Politik Identitas, seperti Etnis, Agama, dan Gender. Maka diantara ketiga hal tersebut, Agama lah yang menjadi primadona dalam gerakan politik identitas tersebut.

Bila kita kilas balik sejak tiga tahun terakhir, praktek berdemokrasi cenderung dengan politik identitas berbasis agama. Hal ini pun sepertinya juga terjadi pada Pemilu 2019, Politik Identitas khususnya yang mengatasnamakan agama marak berkembang dan sangat mempengaruhi suhu politik saat ini, tentunya bisa berakibat pada gangguan kamtibmas yang mengancam stabilitas nasional di Indonesia.

Maka, untuk mengantisipasi berkembangnya Politik Identitas di wilayah hukum Polres Katingan, apalagi “show of force” identitas, baik yang berbasiskan agama, etnis, dan lain sebagainya, Kapolres Katingan AKBP E. Dharma B. S.H., S.I.K., M.H mengambil cara atau angkah-langkah antisipasi dengan gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan politik identitas dalam Pemilu 2019, Jum’at (05/4/2019).

Dharma mengatakan, langkah-langkah persuasif yang dilaksanakan Polres Katingan dalam mencegah terjadinya Politik Identitas khususnya agama, yaitu banyak bersosialisasi dan komunikasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk dapat membantu menciptakan situasi Kamtibmas pada Pemilu 2019 tetap aman, damai dan sejuk walaupun ada perbedaan-perbedaan dalam pilihan politik.

“Anggota Polres Katingan mulai dari pejabat utama sampai anggota di Polsek-Polsek selalu aktif melaksanakan sholat berjamaah di mesjid atau tempat-tempat ibadah sekaligus memakmurkan tempat ibadah, gencar melaksanakan patroli, safari sholat subuh ke mesjid atau tempat ibadah secara bergiliran, bekerjasama dengan para pengurus Takmir mesjid atau tempat ibadah untuk larangan atau menolak tempat ibadah dijadikan tempat untuk sarana politik dalam hal ini berkampanye. Juga memasang spanduk imbauan yang melarang tempat ibadah dijadikan sebagai sarana berpolitik atau kampanye dan memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat agar tidak menjadikan agama sebagai Politik Identitas saat sambang ke masyarakat”, jelas Dharma.

Dharma berharap, dengan beberapa langkah yang telah dilakukan diharapkan akan efektif untuk menekan penggunaan politik identitas dalam Pemilu 2019 dan juga hal ini merupakan salah satu cara cooling system (system pendingin) untuk tetap menciptkan situasi kamtibmas agar tetap kondusif. Www.lintasberita1.com, #PERDI#