PALANGKA RAYA – Suasana upacara di SMAN 5 Palangka Raya kali ini nampak berbeda dari biasanya. Terlihat Guru dan siswa mengikuti upacara dengan mengenakan pita ikat kepala Merah Putih, Senin (21/1/2019).

Apel pagi itu juga diikuti oleh beberapa anggota dari Polres Palangka Raya.

Bertindak sebagai pembina upacara, Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar, mengajak para siswa untuk terus menanamkan cinta tanah air dan rasa kebangsaan.

“Pita ikat kepala Merah Putih yang kita kenakan ini adalah sebagai tanda bahwa kita mencintai tanah air. Apalagi, kalian (siswa) sebagai generasi muda penerus perjuangan para pahlawan harus senantiasa menanamkan jiwa kepahlawanan dan nasionalisme,” Jelas Kapolres Palangka Raya.

Timbul juga mengajak para siswa untuk menguatkan rasa kebangsaan Indonesia dalam setiap kesempatan, termasuk dalam kegiatan upacara ini. Jangan jadikan upacara hanya sekedar seremonial, tetapi kegiatan ini untuk semakin mengukuhkan dan memperteguh rasa cinta kepada, bangsa, bahasa, dan negara.

Lanjutnya, para siswa yang merupakan generasi muda adalah agen perubahan yang siap menghadapi dan mengelola perubahan untuk membangun diri, masyarakat, bangsa dan negara serta agama.

“Sebagai generasi milenial harus tangguh menghadapi segala perubahan yang begitu pesat, termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Teruslah giat belajar dan bekerja keras sebagai generasi yang tetap cinta tanah air.  Gunakan teknologi secara cerdas dan bijak untuk membangun potensi diri demi kejayaan bangsa,” kata Timbul.

“Kalian adalah pemimpin masa depan. Untuk menjadi pemimpin yang baik, tentu setiap generasi harus menjadi pribadi yang baik. Jadilah generasi yang disiplin, positif dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, serta senantiasa menaati norma-norma, hukum, dan undang-undang yang berlaku,” tambahnya.

Kemeriahan suasana pun berlanjut ketika diadakan kuis untuk para siswa. Timbul meminta siswa untuk menyebutkan Presiden RI pertama hingga saat ini. Dengan mudah seorang siswa dapat menyebutkannya secara tepat dan berurutan. Hadiah pun diterima oleh siswa tersebut.

Ketika harus menyebutkan sepuluh pahlawan nasional, siswa berikutnya sempat tersendat dan berulang. Maka siswa selanjutnya yang bisa menjawab dengan jelas dan runtut pun bergembira karena memperoleh hadiah.

“Ya, semoga kemeriahan ini turut menjadi bagian dari pengobar semangat belajar, semangat menghadapi dan mengelola perubahan bagi generasi muda yang bertakwa dan tetap mencintai tanah airnya,” pungkasnya. Www.lintasberita1.com, #PERDI#