1. PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) adalah momok yang tidak habisnya menghantui Masyarakat Dunia. Sehingga upaya pencegahan pun terus dilakukan guna menghindari bencana kebakaran tersebut.

Dalam hal ini, Kapolda Kalteng melalui Tim Satgas Karhutla terus berupaya dalam melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Kami terus melakukan upaya-upaya pencegahan terjadinya Karhutla di wilayah hukum Polda Kalteng,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Kombes Pol Adex Yudiswan, S.H., S.I.K., M.Si., saat Press Conference di ruang pertemuan Ditreskrimsus Polda Kalteng, Senin (10/9/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.

Lanjutnya, ada 40 TKP yang sudah diberi Police Line dan sudah diketahui siapa pemiliknya. Sedangkan yang belum diketahui siapa pemiliknya dan sudah di Police Line ada ratusan jumlahnya.

“Hingga saa ini luas lahan yang sudah terbakar mencapai 697 (enam ratu sembilan puluh tujuh hektar, berdasarkan upaya sidik yang sudah kita lakukan,” jelas Adex.

Menurutnya, Karhutla kini sudah menurun hampir menjadi 60 hospot. Dulu sebelum dilakukan tindakan, satu hari bisa mencapai 78 hospot, dan sekarang sudah menurun rata-rata perharinya 11 sampai 13 hospot.

Bahkan, Ada 31 (tiga puluh satu) orang tersangka perorangan yang berhasil ditangkap. Sedangkan untuk korporasi masih dalam proses penyidikan lebih lanjut.

“Artinya, jika dilihat dari sudut upaya, kami sudah sukses dalam menangani Karhutla,” jelas Adex kepada insan pers.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan menambahkan, bahwa terjadi penambahan tersangka Karhutla yang sebelumnya berjumlah 16 orang, menjadi 31 orang.

“Terjadi penambahan tersangka dari 16 orang, menjadi 31orang.” tegas Hendra.

Dengan meningkatnya tersangka Karhutla ini, menunjukan penegakan hukumnya Polda Kalteng dianggap sukses.

Namun kinerja Tim Satgas Karhutla Polda Kalteng dalam hal pencegahan masih Belum sepenuhnya Sukses dan Polda Kalteng masih harus menyelesaikan  penegakan Hukumnya yang belum terselsaikan terutama untuk pelaku korporasi , menurut Adex Dirkrimsus Polda Kalteng, upaya dan proses penegakan hukumnya sangat berbeda dengan pelaku karhutla perorangan. www.lintasberita1.com, #TIM#