PALANGKA RAYA, lintasberita1.com – Terdapat 15 luka bacokan bersarang di tubuh korban pembunuhan Ujang Sariman. Antara Pelaku, Redianto padahal tidak saling kenal dengan korban. Bahkan demi mengungkapkan kasus ini, pihak Satreskrim Polres Lamandau harus melakukan reka ulang kejadian sampai dua kali.

“Kita sudah melakukan dua kali rekonstruksi, yang pertama kita lakukan di tempat kejadian perkara (TKP) seminggu setelah kejadian, dan yang kedua pada hari Senin (2/7/2018) lalu,” jelas Kapolres Lamandau AKBP Andhika K. Wiratama, S.I.K., melalui Kasatreskrim Iptu Angga Yuli Hermanto, S.I.K., Rabu (4/7/2018) siang di ruang kerjanya.

Rekontruksi perlu dilakukan untuk menggambarkan suasana pada saat tindak pidana terjadi. Sehingga rincian alur cerita saat kejadian lebih jelas, karena tersangka memerankan kembali kejadian saat itu bersama saksi yang melihat kejadian.

“Sehingga bisa ditarik kesimpulan siapa berbuat apa dan tersangka terbukti melakukan tindak pidana,” terangnya.

Dalam reka ulang tersebut, tersangka awalnya datang ke depan mess perusahaan di Desa Batu Tunggal, Kec. Bulik Timur, Kab. Lamandau. Kemudian ia masuk ke dalam rumah korban yang saat itu ada lima teman korban di dalamnya. Kemudian tidak berapa lama teman-teman korban pergi untum memasak dan mencuci, sehingga hanya tinggal korban dengan tersangka.

“Saat itu korban tidak menggunakan baju dan terlihat tato naga milik korban di lengan kirinya. Kemudian tersangka yang diduga dibawah pengaruh alkohol merasa tertantang dan ingin membunuh setelah melihat tato tersebut,” ungkap Kasatreskrim.

Saat itu lah tersangka melihat parang di rumah korban, kemudian mengambilnya dan mengarahkannya ke korban.  Korban pun langsung melarikan diri sambil berteriak minta tolong ditengah aksi kejar-kejaran.

“Hingga akhirnya korban berhasil dibacok tersangka kemudian terjatuh dengan bacokan di leher belakang. Namun pelaku masih tetap membacok korban walaupun korban sudah tidak berdaya. Jumlah luka yang dialami korban mencapai 15 luka bacok di sekujur tubuh,” tegasnya.

Tersangka kemudian disangkakan dengan pasal 338 KUHP,  subsidair pasal 354 ayat (2), subsidair pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. www.lintasberita1.com, #PERDI#