PALANGKA RAYA, lintasberita1.com -Sejumlah upaya terus dilakukan kementerian Kesehatan RI. Salah satu upayanya yakni dengan menggandeng pemerintah Korea Selatan untuk Kerja Sama Transplantasi Organ dan Robotic Surgery.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, yang baru saja dilantik H.E. Mr. Kim Chang Beom melakukan pertemuan (courtessy) dengan Materi Kesehatan RI, Nila F. Moeleok, di kantor Kemenkes, siang ini (2/7).

Menkes RI mengucapkan selamat datang kepada H.E. Mr. Kim Chang Beom di Jakarta, juga atas pelantikan dan penugasannya.

Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sudah menjalin kerja sama yang erat melalui payung Kerja Sama MoU Kesehatan yang ditandatangani tanggal 9 November 2017 lalu. Beberapa area kerja sama yang tercakup dalam MoU, antara lain: Health Policy and health management; Hospital services and hospital management; Quality improvement of health services and infrastructure; Health technology development; Communicable and non-communicable diseases control; Development of health human resources; Pharmaceuticals and medical devices; dan Health promotion.

Indonesia menginisiasi penyusunan Plan of Action (PoA) sebagai panduan rencana kerja pelaksanaan MoU Kesehatan antara Indonesia dan Korea Selatan. Adapun bentuk implementasi dalam PoA, mencakup: kerja sama siater hospital antara RSCM dan Seol National University Hospital (SNUH) dalam bidang transplantasi organ dan robotic surgery; kerja sama dalam bidang produksi kantong darah; berbagi pengetahuan dan pengalaman terkait registrasi alkes; serta joint venture perusahaan farmasi Korsel di Indonesia.

Dubes Korsel menyatakan siap untuk mengimplementasikan rencana ini. Selain itu, ia juga menambahkan informasi yang diproleh dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Korsel bahwa pihak Swasta Korsel sudah mempunyai pilot project untuk membangun Community Health Service (Puskesmas) di Tasikmalaya.

Terkait implementasi kerja sama ini, Menkes RI juga menekankan bahwa selain sebagai pengetahuan dan pengalaman, lebih penting lagi untuk dapat membangun sistem yang telah berhasil dilaksanakan di Korea yang kemudian bisa untuk diimplementasikan di Indonesia. Untuk itu, Menkes sangat menyambut baik dan mendorong pendirian Pusat Ginjal (Kidney Center) di Indonesia dengan asistensu dari SNUH.

Menkes RI dan Dubes Kosel mengharapkan saat kunjungan Presiden Jokowi ke Korsel bulan September 2018 mendatang, PoA bisa ditandatangani oleh Menkes kedua negara, dan diharapkan sudah ada implementasi konkret yang berjalan berdasarkan PoA yang telah disusun. www.lintasberita1.com, #PERDI#