POLDA KALTENG UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN ORANG UTAN DI BARITO SELATAN.

PALANGKARAYA , lintasberita1.com – Polda Kalteng melakukan Press Release Pengungkapan Kasus Pembunuhan Orang Utan Di Wilayah Hukum Barito Selatan di Lobby Mapolda Kalteng, Rabu (31/1/2018).
Menurut penuturan Saudara T dalam melakukan penembak orang utan saudara T menggunakan senapan angin dan menembaknya sebanyak 17 kali tembakan , pada saat orang utan tersebut hendak menyerang saat itulah penembakan di lakukan ,setelah ditembak orang utan bertambah beringas, kemudian saudara T meminta bantuan kepada saudara M, untuk menebas kepala serta dagu orang utan menggunakan parang, kemudian saudara M masuk kedalam pondok dan saudara T menyeret orang utan tersebut menuju kelotok untuk kemuara sungai Barito kemudian dibuang di Sungai Barito sedangkan kepala orang utan itu ditanam dibelakang pondok tapi karena sekitar 1 minggu menimbulkan bau busuk sehingga digali lagi dan kepala orang utan itu dibuang dipinggir sungai Maduru, Jum’at (29/12/2017)
Pada tanggal 15 Januari 2018 sekitar pukul 07.00 WIB warga Desa Kalahien telah ditemukan sosok tubuh yang diduga mayat manusia yang tersangkut dibawah tiang vender Jembatan Kalahien, kemudian ditarik menggunakan perahu masih/kelotok dan dibawa ketepi sungai ternyata adalah bangkai orang utan.
Dalam Press Releasenya Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Anang Revandoko, yang di dampingi oleh, Kabid Humas, AKBP, H. Pambudi Rahayu, Dirkrimsus Kombes Pol Sumarto da Dirreskrium Drs.IG.Agung Prasetyo.SH.MH serta Tim dari Mabes Polri, tutur Kapolda, setelah melakukan penyelidikan kurang lebih selama 2 minggu akhirnya tim Polda Kalteng, Tim Mabes Polri dan anggota Sat Reskrim Polres Barito Selatan berhasil melakukan penangkapan terhadap dua tersangka.
Barang bukti yang ditemukan berupa 17 peluru / pelor senapan angin yang bersarang pada tubuh orang utan, ruas tulang jempol kaki kanan, dan kaki kiri orang utan, 1 buah tengkorak / kepala orang utan, 1 buah senapan angin merk Canon, dan 1 bilah senjata tajam jenis parang panjang sekitar 50cm.
Motif tersangka melakukan pembunuhan terhadap orang utan karena membela diri sebab orang utan hendak menyerang tersangka T Bin RIBIN yang sedang menyadap karet di kebunnya.
Akibat perilakunya kedua tersangka akan dikenakan pasal 40 ayat (2) JO pasal 21 ayat (2) huruf (a) Undang-undang No. 5 tahun 1990, tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kedua pelaku akan dikenakan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda sebanyak Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah) ucap Kapolda Kalteng Brigjen Pol Drs. Anang Revandoko. Www.lintasberita1.com